Kortikosteroid untuk pematangan paru janin

Alopesia areata (AA) adalah penyakit inflamasi kronis yang mengenai rambut dan kadang- kadang kuku DAN cukup sering terjadi. Patogenesis AA belum diketahui dengan pasti, namun dapat dipastikan peran limfosit T terutama CD4 dan IFNg pada terjadinya AA. Faktor etiopatogenesis pada AA adalah genetik, imunologi, neurologi, stres emosional dan abnormalitas keratinosit dan melanosit. Makalah ini akan membahas modalitas terapi dan cara pemilihan terapi pada AA. Berbagai modalitas terapi yang tersedia untuk AA adalah kortikosteroid, imunoterapi kontak, fototerapi, minoksidil, antralin/ditranol, maupun pemakaian rambut palsu. Pemilihan modalitas terapi AA perlu mempertimbangkan perjalanan klinis, evolusi dan respon terapi serta efek samping pengobatan. Berdasar hal ini, salah satu pilihan penanganan AA adalah membiarkan AA tanpa pengobatan atau menggunakan rambut palsu. Sedangkan berdasar penelitian yang ada, terapi yang paling efektif untuk AA adalah imunoterapi kontak dan kortikosteroid, namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan dosis maupun cara pemberiannya.

◾Common Variable Immunodeficiency
◾Complement Deficiencies
◾Complement Receptor Deficiency
◾Complement-Related Disorders
◾Contact Urticaria Syndrome
◾CSF Rhinorrhea
◾Delayed Hypersensitivity Reactions
◾Delirium Tremens (DTs)
◾Dermatologic Manifestations of Job Syndrome
◾Dermographism Urticaria
◾Drug Eruptions
◾Drug-Induced Photosensitivity
◾Drug-Induced Pigmentation
◾Dyshidrotic Eczema
◾Eosinophilia
◾Fixed Drug Eruptions
◾Food Allergies
◾Hereditary Angioedema
◾Hypereosinophilic Syndrome
◾Hypogammaglobulinemia
◾Id Reaction (Autoeczematization)
◾Immediate Hypersensitivity Reactions
◾Immunoglobulin A Deficiency
◾Immunoglobulin D Deficiency
◾Immunoglobulin G Deficiency
◾Immunoglobulin M Deficiency
◾Irritant Contact Dermatitis
◾Job Syndrome
◾Latex Allergy
◾Lichen Simplex Chronicus
◾Medical Treatment of Pediatric Sinusitis
◾Neutropenia
◾Nummular Dermatitis
◾Oral Manifestations of Autoimmune Blistering Diseases
◾Papular Urticaria
◾Paroxysmal Cold Hemoglobinuria
◾Pressure Urticaria
◾Rhinitis Medicamentosa
◾Riehl Melanosis
◾Schnitzler Syndrome
◾Seabather’s Eruption
◾Shellfish Toxicity
◾Solar Urticaria
◾Splenomegaly
◾Systemic Mastocytosis
◾Type I Polyglandular Autoimmune Syndrome
◾Type II Polyglandular Autoimmune Syndrome
◾Type III Polyglandular Autoimmune Syndrome
◾Vesicular Palmoplantar Eczema
◾Vocal Cord Dysfunction
◾Wiskott-Aldrich Syndrome

Kortikosteroid untuk pematangan paru janin

kortikosteroid untuk pematangan paru janin

Media:

kortikosteroid untuk pematangan paru janinkortikosteroid untuk pematangan paru janinkortikosteroid untuk pematangan paru janinkortikosteroid untuk pematangan paru janinkortikosteroid untuk pematangan paru janin

http://buy-steroids.org